Selasa, Oktober 14, 2008

Asal Usul Yamaha Mio

Jakarta - Yamaha Mio adalah cerita manis bagi Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Setahun ini, beberapa kali angka penjualan bulanan YMKI berhasil melampaui penjualan rival terberatnya, Astra Honda Motor (AHM). Dan capaian ini, selain strategi promosi yang jitu, tentunya tak bisa peran menanjaknya pamor Yamaha Mio.
Sejarah Yamaha Mio sendiri tercetak dari dapur Research & Development (R&D) Yamaha. Mulanya, ia adalah project lanjutan dari Yamaha Nouvo yang sempat dilansir sebelumnya. Meski di Indonesia tak dapat disebut berhasil, namun dalam penjualan regional, Yamaha menilai Nouvo cukup berhasil. Ditambah dengan keyakinan atas masa depan sepeda motor matic, maka atas dasar pengembangan Nouvo, lahirlah Yamaha Mio.
Seperti mengkoreksi beberapa keluhan terhadap Nouvo, antara lain bentuknya yang bongsor, Yamaha Mio tampil lebih elegan. Dari sisi ukuran jauh lebih ramping, sesuatu yang banyak menjadi pertimbangan konsumen Asia. Setelah jadi, tahun 2003, Yamaha Mio mulai diluncurkan di Asia Tenggara. Khusus untuk pasar Malaysia, Yamaha memilih memasarkannya dengan nama Yamaha Ego.
Di Indonesia, Mio juga muncul tahun 2003. Saat pertama hadir, YMKI memilih menjual Mio dengan balutan tagline sebagai sepeda motor yang "mengerti wanita." Tentu karena ukurannya yang ramping, ringan dan teknologi matic-nya yang simpel. Ternyata pendekatan ini mengena. Kaum wanita terutama kalangan pekerja dan siswi sekolah mulai menggunakan Mio.
Begitu populernya Mio, cap sebagai sepeda motor khusus wanita akhirnya surut juga. Banyak juga pria dari semua usia yang akhirnya ikut mondar-mandir dengan Yamaha Mio. Dan memang belakangan, YMKI sendiri memilih meninggalkan tagline awalnya tersebut. Apalagi sejak dikeluarkan Yamaha Mio Soul yang dirilis pada tahun 2006. Produk ini makin mengatrol hegemoni Yamaha di kelas bebek matic.
Sampai Juli 2008, Yamaha Mio masih menjadi pemimpin pasar di kelas bebek matic. Angka penjualan pada periode Januari – Juni 2008 mencapai 1,3 juta unit atau berarti menguasai 58% pangsa pasar. Besarnya potensi pasar bebek matic tak urung membuat pabrikan lain pun ikut terjun. Honda memiliki 2 merek di segmen ini, Honda Vario dan Honda Beat. Sementara Suzuki mengunggulkan Suzuki Spin. (tbs/tbs)

Sumber : Detik.com

Servis Ruang Bakar Bersih Bikin Irit

Kunci motor irit adalah proses pembakaran yang sempurna. Yaitu saat semua campuran bensin dan udara di ruang bakar, terbakar tuntas dan menghasilkan tenaga. Tidak ada kerak atau asap. Makanya penting merawat komponen pembakaran kalo motor lebih irit setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.
Sebenernya sih, merawat komponen pembakaran lebih enak dikerjain di bengkel. Sebab, belum tentu kita punya alat untuk melepas karburator, kepala silinder, piston dan juga kem di motor 4-tak. Juga belum tentu bisa memasangnya kembali.
Tapi, dunia modern membuat servis kayak gini jadi mudah. Kan kini banyak beredar cairan pembersih ruang bakar atau engine conditioner di toko onderdil. Misalnya merek DCS, Carb Cleaner dan AHRS Engine Conditioner. “Cairan pembersih cukup ampuh ngilangin kerak di ruang bakar dan karburator tanpa harus main bongkar,” ujar Hasyim Sonedi, mekanik balap dari tim Suzuki IRC U Mild AHRS.
Selain mudah, dengan cairan pembersih juga bisa dibilang lebih murah ketimbang servis di bengkel. Sebab sekaleng cairan pembersih mesin yang harganya Rp 25.000-40.000 bisa dipakai lebih dari empat kali. Bisa dihitung untungnya jika dibanding ongkos bongkar-pasang servis ringan di bengkel?
Kandungan kimia di cairan pembersih mesin bisa melunakkan kerak sisa pembakaran di ruang bakar. Malah, cairan yang bagus bisa bikin kerak jadi serbuk debu yang keluar bersama gas buang. “Jadi bisa dipastikan, kecil kemungkinan sisa kerak yang terangkat merusak dinding piston atau silinder,” yakin Hasyim yang pernah kuliah Teknik Mesin di STTN, Yogyakarta.
Pemakaiannya pun mudah. Salah satunya, semprotkan langsung dari moncong karburator. Kiat ini bisa sekaligus membersihkan lubang di karbu. Menurut Hasyim lagi, cara ini dilakukan saat mesin motor dihidupkan pada putaran mesin tinggi. Maksudnya agar kotoran langsung terisap ke ruang bakar dan terbuang tanpa harus menyemprotnya dengan angin kompresor.
“Biar gampang lepaskan dulu filter karbu. Lalu panteng gas di rpm 8.000-9.000 lalu semprotkan cairan pembersih. Lebih bagus lagi menyemprotkan ke seluruh lubang di karburator,” jelas calon bapak ini.
Jika ingin lebih sip, cairan pembersih bisa disuntik langsung ke ruang bakar. Kiat ini dapat lebih membersihkan kepala piston dan kepala silinder. Caranya tentu dengan membuka busi lebih dulu.
Tapi, menurut Hasyim, teknik ini kudu didahului memanaskan mesin. Maksudnya panas membuat reaksi kimia cairan pembersih cepat melumerkan kerak. “Biarkan cairan bekerja 10 sampai 15 menit, lalu hidupkan mesin. Memang menghidupkan mesin jadi agak sulit. Tapi, jika sudah hidup langsung saja digas-gas supaya kotoran terbuang lewat knalpot,” urai mekanik tinggal di Beji, Depok itu.
LISTRIK DAN API SEMPURNA
Komponen lain yang menentukan sempurnanya pembakaran adalah elektronik. Mulai dari sepul, pick-up coil alias pulser, kiprok, aki, CDI, koil dan busi. Termasuk juga kabel, soket dan kepala busi pun penting sebagai penghantar listrik.Arus listrik yang bagus harus disokong penghantar yang baik pula. Makanya, sambungan antar kabel (soket) dan kedudukan ground alias massa jadi penting. “Biar setrumnya bagus, konektor antar kabel dan massa juga harus bersih,” jelas Hasyim.
Bersihinnya eces kok. Cukup kerik permukaan konektor yang berhubungan atau gosok pakai ampelas. Bisa juga pakai cairan kimia pelumas yang banyak dijual di toko onderdil dengan harga di Rp 30.000-an. Misalnya, MTR, WD40 dan AHRS Multicare.Jika pakai cairan kimia perawatan, cukup menyemprotnya ke seluruh konektor. Jangan lupa ke titik massa atau ground. “Cairan yang bagus bukan hanya menghilangkan karat, tapi juga memperlancar arus listrik. Bahkan bisa juga melapisi agar tidak terjadi hubungan singkat atau korslet,” terang Hasyim.
Kelar itu, bersihkan juga busi. Terutama bagian kepalanya, yaitu elektrodanya agar percikan api lebih besar dan biru. Jangan lupa setel kembali gap atau jarak antar elektroda busi. Rata-rata tiap pabrikan motor menganjurkan 0,7 mm. Biar api busi besar dan biru.


Sumber : Tabloid_Motor_Plus

Senin, Oktober 13, 2008

Halal Bihalal APBS & SABC


Salam Bikers...
Minal Aidin Walfaizin...
Walau sudah hampir 2 pekan hari lebaran terlewati, namun moment lebaran itu masih terasa kental di hati. Untuk itu pada tgl. 11 Okt 08 kemaren, kami sengaja datang memenuhi undangan dari SABC (Sanofi-Afentis Bikers Community), untuk saling bersilaturahmi dan halal bi halal, saling bermaafan diantara para bikers.
Alhamdulillah acara berjalan lancar berkat dukungan Bro & Sis anggota SABC.
Khususnya kami ucapkan banyak terimakasih pada Sis Ayu SABC, atas tempat dan hidangan yg telah disediakan, semoga tidak merasa kapok undang kami lagi.
Acara ini adalah kelanjutan dari acara BUKBER APBS pada bulan puasa yg lalu, pada saat itu kami (APBS) berkesempatan menjadi tuan tumahnya, bertempat di rumah Bro Sofyan.
Besar harapan, acara2 spt itu dapat menjadi ajang mempererat rasa solidaritas antar sesama bikers.

Succes Bro....
Keep Safety Riding...

Kenali Helm demi keselamatan


Dalam berita harian Kompas disebutkan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sedikitnya 35 orang tewas dan 283 orang luka berat dalam kecelakaan akibat jalan rusak. 35 korban tewas kecelakaan ini terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Tangerang, Bekasi, dan Depok.Meskipun tak disebutkan dalam berita tersebut, tapi dapat dipastikan sebagian besar korban kecelakaan adalah pengguna kendaraan roda dua.
Menyikapi bahaya yang mengintai pengendara motor tersebut, maka perangkat keselamatan menjadi piranti mutlak untuk meminimalkan risiko. Salah satu yang terpenting adalah helm, di samping jaket, sarung tangan, dan sepatu.
Penggunaan helm yang memenuhi syarat keamanan tentu dapat meminimalkan risiko tersebut. Ada empat jenis helm yang kini banyak digunakan, yaitu full-face, tiga per empat/ half face, dan kombinasi full n half face, serta helm cetok.Full-face adalah jenis helm yang melindungi seluruh bagian kepala mulai dari ujung sampai ke pangkal leher. Kaca helm yang dapat dibuka dan ditutup memungkinkan mata pengendara terhindar dari debu dan air hujan sehingga kedua hal tersebut relatif tidak mengganggu pandangan saat berkendara.Tak heran dengan bentuknya ini, full-face dinilai sebagai helm yang paling aman untuk digunakan. Kekurangan dari helm jenis ini adalah bobotnya yang relatif lebih berat dan harus menahan tekanan angin yang lebih besar ketimbang jenis yang lain sehingga membuat leher relatif lebih cepat lelah. Belum lagi panas yang timbul saat digunakan mengingat helm ini sangatlah tertutup. Namun, kini juga banyak ditemui helm full-face yang memiliki ventilasi di beberapa bagian sehingga hawa panas dalam helm dapat dikurangi.Bentuk lain dari jenis ini adalah racing helmet yang diperuntukkan bagi pengendara motor trail (dirt biking) dengan bobot yang lebih ringan tapi tanpa kaca helm karena fungsi tersebut digantikan oleh goggles.Jenis helm kedua adalah half face/tiga per empat yang bentuknya hampir sama dengan full-face tapi tidak menutup bagian rahang. Helm yang kerap digunakan oleh polisi ini memungkinkan para penggunanya untuk berkomunikasi tanpa ada halangan sama sekali. Selain itu helm tiga per empat relatif lebih mudah dan cepat untuk dikenakan/dilepas, tapi meski demikian helm jenis ini pun dinilai sanggup memberi perlindungan yang cukup bagi pengendara motor.Jenis ketiga adalah kombinasi antara full face dan half face. Model helm yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini adalah bentuk kombinasi yang dianggap mampu mengurangi kekurangan dari kedua jenis di atas. Dengan helm jenis ini, pengendara dapat mengangkat bagian "rahang" helm, hingga bentuknya menjadi tiga perempat. Sementara, saat dibutuhkan, helm ini dapat menutupi seluruh bagian kepala seperti helm full face.Jenis yang terakhir adalah helm cetok. Jenis yang terakhir ini adalah yang paling minim memberi keamanan bagi pengendara/penumpang karena hanya menutup bagian atas kepala sampai sebatas kuping. Pandangan ke jalan yang lebih leluasa dan minimnya tekanan angin yang menerpa menjadi kelebihan dari helm ini. Namun helm ini tidak disarankan untuk dipakai dalam berkendaraan. Tingkat pengamanan yang minim tak akan memberikan pengamanan maksimal terhadap kepala. (GLO)

Foto & artikel diatas diambil dari Harian Kompas Online

Persyaratan membuat SIM


SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseoraang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor.

DASAR HUKUM

I. UU No. 2 Thn. 2002


  • Pasal 14 ayat (1) b

  • Pasal 15 ayat (2) c

II. Peraturan Pemerintah No. 44 / 1993 Pasal 216


FUNGSI dan PERANAN



  1. Sebagai sarana identifikasi / jati diri seseorang

  2. Sebagai alat bukti

  3. Sebagai sarana upaya paksa

  4. Sebagai sarana pelayanan masyarakat

Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM peraturan ini tercantum pada Pasal 18 (1) UU No. 14 Th 1992 tentang “ Setiap pengemudi kendaraan bermotor diwilayah wajib memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM)
PENGGUNAAN GOLONGAN SIM Pasal 211 (2) PP 44 / 93

Golongan SIM A
SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.
Golongan SIM A Khusus
SIM untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri mobil (Kajen VI) yang digunakan untuk angkutan orang / barang (bukan sepeda motor dengan kereta samping)
Golongan SIM B1
SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
Golongan sIM B2
SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
Golongan SIM C
SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / JamPERSYARATAN PEMOHON SIM Pasal 217 (1) PP 44 / 93

PERSYARATAN PEMOHON SIM Pasal 217 (1) PP 44 / 93



  1. Permohonan tertulis

  2. Bisa membaca dan menulis

  3. Memiliki pengetahuan peraturan lalu lintas jalan dan tekhnik dasar kendaraan bermotor.

  4. Batas usia: • 16 Tahun untuk SIM Golongan C • 17 Tahun untuk SIM Golongan A • 20 Tahun untuk SIM Golongan BI / BII

  5. Trampil mengemudikan kendaraan bermotor

  6. Sehat jasmani dan rohani

  7. Lulus ujian teori dan praktek

Daerah Ranjau Paku di JKT



Sehubungan dengan ranjau paku kembali marak di wilayah ibukota ,TMC melalui Pa Siaga nya AKP.Mujiana memerintahkan keseluruh jajaran petugas Satlantas Polda Metro Jaya yang bertugas pagi ini agar lebih memfokuskan berpatroli di titik –titik dimana ranjau paku sering ditemukan .Berdasarkan informasi dari 5 wilayah di DKI yang dihimpun oleh TMC, berikut ini sejumlah ruas jalan yang perlu diwaspadai karenasering ditemukan ranjau paku

Jakarta Pusat

Jalan Majapahit (Dari Tanah Abang menuju Harmoni).
Jl.Tugu Tani dari arah Kebon sirih menuju Senen
dari Senen menuju Merdeka Selatan (Kedubes Amerika Serikat
Putaran Dubes Amerika Serikat.

Jakarta Utara

Jl.Perintis Kemerdekaan arah Pulogadung .
Jl.Yos Sudarso dari Cempaka Putih arah Tj.Priok
Jl.Enggano dari Terminal bus Tj.Priok menuju Pos 8 .

Jakarta Barat

Jalan S. Parman dari RS. Harapan Kita arah lampu merah Slipi (Termasuk Fly Over Slipi)
Dari lampu merah Slipi ke arah Tomang
Jembatan layang Pesing dikedua arah.

Jakarta Selatan

Fly Over Permata Hijau ke arah Pondok Indah (Depan Masjid Istiqomah).
Dari Pondok Indah (William Mobil ke arah lampu merah Kostrad).
Jalan Prof. Satrio (Dari Mal Ambassador ke arah Jalan Casablanca
Terowongan Casablanca (kearah Mal Ambassador
Jalan Gatot Subroto dari depan Bank Mandiri sebelum polda sampai Semanggi (terutama malam hari pas besoknya libur
Jalan Gatot Subroto,Semanggi hingga ke perempatan lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya
Silkar kebayoran lama arah Pakubuwono
Tl.Fatmawati arah Trakido
Layang Jagakarsa arah Ranco
Jl.Buncit raya arah Mampang dikedua arah
Jl.Kemang atas arah Blok O
Jalan TB. Simatupang (Terutama dekat Fly Over Lenteng Agung dan ke arah Pasar Minggu
Dari Menara Saidah ke arah perempatan Kuningan Jalan MT. Haryono (Terutama perempatan Patung Pancoran dan Fly Over Pancoran

Jakarta Timur

Jembatan layang klender dari arah Pondok Bambu arah Pulo gadung (jalan Pahlawan Revolusi).
Jl.Mt.Haryono Cawang arah ke Baypass dikedua arahnya setelah layang cawang kompor .
Jl.Pramuka dikedua arah .
Jl.Perintis Kemerdekaan dari arah Pulogadung kearah Cempaka Putih.

Agar para pelaku penebar paku ini tertangkap TMC meminta Partisipasi dari Masyarakat yang apabila menemukan pelaku penebar ranjau paku yang sedang menjalankan aksinya untuk segera menghubungi TMC di no 021.527 6001 atau SMS 1717 agar TMC langsung menerjunkan petugas Polantas untuk menangkap pelaku penebar paku tersebut .

Boncengan? Boleh aja, asal......







BERBONCENGAN ??
INI TRIK-TRIK BERBONCENGAN
PAKAIAN
Pakaian yang digunakan haruslah lentur dan aman untuk pelindung dada ini cocok buat pengemudi sedangkan untuk si pembonceng disarankan memakai jaket kulit atau berbahan jeans. Hindari memakai kaos oblong karena angin yang kita terima sangat lah keras dalam perjalanan dan kurang menguntungkan buat kondisi tubuh kita baik siang atau pun malam.
ALAS KAKI DAN SARUNG TANGAN




Tangan dan kaki juga sangat perlu perlindungan dari terik matahari atau angin malam dan juga untuk menghindari cedera saat terjatuh
HELM
Tentu ini wajib bro baik pengendara didepan atau dibelakang. Dan helm yang digunakan pun jangan sembarangan. Disarankan memakai helm FULL FACE sebab tingkat keselamatan lebih aman dari pada helm biasa.

ANAK KECIL JANGAN DUDUK DIDEPAN

Jangan lah anak kita disuruh duduk didepan !!!
Sebab mempengaruhi konsentrasi kita dalam berkendara, beban pengendara akan lebih berat sehingga akan mengurangi reflek gerak kemudi, dan polusi udara akan sangat mengganggu kesehatan anak kita yakan ???