Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 25, 2008

Efek Overload

Pemerintah ketat mengatur penggunaan motor saat mudik tahun ini. Enggak boleh lebih dari dua orang di atas motor. Dan memang mudikers sudah banyak mematuhi, tapi enggak sadar bawaanya melebihi batasan. Tas yang dibawa boncenger dan si pengendara, plus bagasi tambahan. Tanpa disadari overload alias kelebihan beban. “Untuk itu perlu cek ruang bakar dan kaki-kaki,” bilang Boy Budi, Kepala Bengkel AHASS Wahana Makmur Sejati di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Ini ada dari Boy. Supaya ngeh berikut poin apa-apa saja yang mesti dicek lantaran overload karena beban, plus daya tempuh dan kondisi jalan yang dilewati.

MESIN PANAS
Ngeden kata yang pas buat kondisi mesin kalau beban berlebihan. Putaran mesin tinggi, tapi tidak berbanding lurus dengan kecepatan dihasilkan. Lantaran, berat sudah melebih dari toleransi. Efeknya mesin cepat panas.

Mesin cepat panas bisa overheat alias temperatur ruang bakar menjulang tinggi. Efeknya beragam. Paling mendasar bikin cepat aus komponen di ruang bakar. Artinya, usia part bisa jadi akan mengalami penggantian sebelum waktunya.

Kalau jarak tempuh motor sudah melebihi 15.000 km sebelum pulkam alias pulang kampung, pemiliknya kudu waspada. Apalagi, saat mudik bikin beban berlebihan. Cek deh kondisi piston atau ring piston.

Paling aman sih untuk mesin motor yang sudah melebihi jarak tempuh 15.000 km dan dipaksa bawa beban lebih wajib dicek total. Rasakan getaran mesin yang bisa jadi kondisi kruk-as sudah enggak balance.

Kalau sudah begini, belah mesin deh. Biar pas dipakai kerja, sekolah, ataupun kuliah risiko mesin terus bawel enggak ada.

RANTAI DAN GIR DEPAN-BELAKANG
Beban berlebihan akan merembet sama kondisi rantai dan gir depan-belakang. Soalnya perputaran mesin yang menghasilkan gerak ditransfer ke gir depan-belakang dan rantai. Daya akan berakhir di roda yang menghasilkan gerakan.

Beban yang berlebihan bikin rantai bergesekan lebih banyak dengan sproket depan-belakang, tapi enggak imbang dengan laju motor. “Kondisi seperti ini bikin cepat aus gir depan-belakang,” beber Boy yang tinggal di kawasan Depok.
Jadi, jangan cuma diukur kekenduran rantai. Cek deh mata gir depan-belakang untuk memastikan kondisinya.

BAN DEPAN-BELAKANG
Risiko lanjutan dipastikan ban depan-belakang. Enggak cuma lihat kondisi si kulit bundar. Tapi, cek juga bagian dalamannya. Seperti kondisi teromol ataupun bearing roda. Sekali lagi diingatkan beban berlebih efek paling cepat di ban depan-belakang.

Tengok permukaan ban. Bukan cuma kelebihan berat karena pengendara, boncenger dan barang bawaan, tapi juga permukaan jalan yang banyak belum beres. Permukaan ban paling vital berhadapan langsung sama kondisi aspal jalan.

Seandainya sudah menunjukan kondisi jelek, jangan lupa tengok laher roda. Ada kemungkinan juga akan merembet ke bagian itu. Beban dan perputaran ban akibat traksi dengan permukaan jalan aspal akan berdampak ke kondisi bearing.

Untuk tambahan, pelek depan-belakang kudu juga dipantau. Buat yang jari-jari bisa jadi mesti disetel ulang. Yang mesti hati-hati buat pelek palang karena daya redamnya enggak sebaik pelek jari-jari. Terutama untuk jalanan rusak. Bisa jadi kudu dipres.

SOKBREKER BELAKANG
Waspadai kondisi suspensi belakang karena beban berlebihan. Sokbreker jadi komponen yang langsung menerima bobot yang gambot. Termasuk, efek permukaan jalan raya yang dilewati saat mudik banyak yang keriting.

Sabtu, Oktober 18, 2008

Menghilangkan Baret pada Kaca Helm

Satu persoalan paling umum bagi pengguna motor adalah baret pada kaca mika helm mereka. Aktivitas bermotor setiap hari, menjadikan helm gerap tergesek benda lain tanpa disengaja. Meski cacat kecil, tak urung 'luka' itu mengganggu juga.Namun tak perlu cemas. Anda sendiri pun bisa menghapus luka tersebut. Siapkan beberapa bahan pengobatnya antara lain ampelas kertas halus ukuran 2200CW, sabun colek dan wax poles kompon putih, caranya :

1. Cuci permukaan mika helm untuk menghilangkan kotoran, selanjutnya ampelas secara perlahan bagian yang baret sembari diguyur air sabun untuk memperlancar proses penghalusan lobang baret.

2. Jika baret sudah hilang berkat pengikisan ampelas, lanjutkan dengan penghalusan kembali permukaan mika yang kusam akibat gosokan ampelas. Caranya dengan memoles bagian tersebut dengan kompon putih secara berulang-ulang.

3. Lakukan pemolesan dengan gerakan yang lembut sampai kompon berlangsur hilang. Setelah permukaan mika ini mulai menghalus dan rada mengkilap, lakukan proses akhir dengan penyemprotan cairan pengkilap dibarengi dengan penghalusan dengan kain lembut.

Dalam beberapa saat, lihat hasil mika helm kamu akan kembali cling.

Jurus Jitu Merawat Ban Motor

Si karet bundar yang terus berputar selama kita berkendara itu ternyata membutuhkan perawatan agar tetap awet. Tak gampang bocor, pecah ataupun aus karena gesekan dengan jalan.
Kita cek tips berikut ini:

1. Tak mau kalah dari ban mobil, tekanan ban motor pun harus diperhatikan. Baca buku manual petunjuk tekanan ban Anda dengan seksama. Hal ini sangatlah penting dan jangan sampai terlewatkan. Retaknya ban luar bisa saja dikarenakan tekanan ban yang tak seimbang. Tekanan yang tak sesuai juga bisa menyebabkan terlepasnya lapisan ban karena panas dan telapak ban aus dengan tidak merata.

2. Pilihlah jalan yang paling nyaman untuk motor Anda. Pada umumnya permukaan jalan dibuat agak cembung sehingga pada saat turun hujan air tak menggenang. Hal ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika jalan tak menjadi becek karena genangan air, ya Anda harus merelakan ban motor Anda terkikis sedikit demi sedikit.

3. Perhatikan cara pengereman Anda. Pengereman yang semena-mena bisa mempercepat usia ban motor Anda terlebih lagi jika Anda melakukan pengereman mendadak saat dalam kecepatan tinggi. Cobalah untuk bergantian saat menggunakan rem depan dan rem belakang. Ban yang paling sering di rem kemungkinan pendek umurnya lebih cepat.

4. Jangan lupa untuk mengecek velg dan shock absorber motor Anda. Velg yang tidak rata dan shock absorber yang kondisinya tak baik bisa menjadi faktor berpengaruh bagi ban Anda. Pastikan dua komponen ini dalam kondisi yang baik.

5. Yang terakhir adalah pemasangan ban. Pastikan ban Anda harus vertikal jadi jalannya pun rata dengan aspal.

Periksa ulang ban Anda ya... Semoga nyaman berkendara.(bewox/123)

Ganti Pelek SW ke CW - Mau Tetap Nyaman?

Usahakan beli pelek CW merek terkenal dan punya standar mutu DOT (Department of Transportation) atau minimal standar pabrik. “Sebab selain materialnya lebih kuat, ringan dan tahan benturan. Secara kasat mata memiliki kelenturan. Makanya jarang ada yang patah ketika kena benturan,” urai Ardy Bridjal Hanafy alias Mas Boy mekanik Boy Motor Sport di Perum. Sukatani, Bekasi Timur.
Namun bagi pemilik motor yang adopsi pelek CW kualitas nomor 2 dan 3 pun tak perlu khawatir. Biar motor tetap nyaman dipakai harian dan tidak takut patah, ada beberapa komponen pendukung mesti sedikit diseting ulang. Tujuannya agar keleturan kaki-kaki tetap terjaga.
Paling sering dilakukan mekanik adalah mengurangi volume oli sok depan. Atau bisa juga ganti kekentalan oli sok dengan yang lebih encer. Selain itu, mengakali ubahan pada lubang suling sok dan pegas. Sementara untuk suspensi belakang, keras dan empuknya per tinggal dipilih lewat ring pengatur yang biasanya ada di bawah pegas.

Jika teknik ini enggan dilakukan, cara lainnya bisa lewat memanfaatkan ukuran tekanan angin pada ban depan dan belakang yang dipakai saat itu. Misal pakai profil ban standar yang bentuknya masih bulat. Tekanan angin yang biasanya 30 psi, coba diturunkan jadi 27 psi.“Tapi, kalau profil tapak bannya lebar, tekanan angin 28 psi juga sudah cukup. Sebab ban profil tapak lebar lebih empuk dibanding ban standar,” timpal Hardy Kampret mekanik Champ’s 49 di Jl. H. Kamang, Pondok Labu, Jakarta Selatan yang juga memperkuat tim Yamaha Petronas FDR Star Motor.Begitu!


Sumber : Tabloid Motor Plus

Selasa, Oktober 14, 2008

Servis Ruang Bakar Bersih Bikin Irit

Kunci motor irit adalah proses pembakaran yang sempurna. Yaitu saat semua campuran bensin dan udara di ruang bakar, terbakar tuntas dan menghasilkan tenaga. Tidak ada kerak atau asap. Makanya penting merawat komponen pembakaran kalo motor lebih irit setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.
Sebenernya sih, merawat komponen pembakaran lebih enak dikerjain di bengkel. Sebab, belum tentu kita punya alat untuk melepas karburator, kepala silinder, piston dan juga kem di motor 4-tak. Juga belum tentu bisa memasangnya kembali.
Tapi, dunia modern membuat servis kayak gini jadi mudah. Kan kini banyak beredar cairan pembersih ruang bakar atau engine conditioner di toko onderdil. Misalnya merek DCS, Carb Cleaner dan AHRS Engine Conditioner. “Cairan pembersih cukup ampuh ngilangin kerak di ruang bakar dan karburator tanpa harus main bongkar,” ujar Hasyim Sonedi, mekanik balap dari tim Suzuki IRC U Mild AHRS.
Selain mudah, dengan cairan pembersih juga bisa dibilang lebih murah ketimbang servis di bengkel. Sebab sekaleng cairan pembersih mesin yang harganya Rp 25.000-40.000 bisa dipakai lebih dari empat kali. Bisa dihitung untungnya jika dibanding ongkos bongkar-pasang servis ringan di bengkel?
Kandungan kimia di cairan pembersih mesin bisa melunakkan kerak sisa pembakaran di ruang bakar. Malah, cairan yang bagus bisa bikin kerak jadi serbuk debu yang keluar bersama gas buang. “Jadi bisa dipastikan, kecil kemungkinan sisa kerak yang terangkat merusak dinding piston atau silinder,” yakin Hasyim yang pernah kuliah Teknik Mesin di STTN, Yogyakarta.
Pemakaiannya pun mudah. Salah satunya, semprotkan langsung dari moncong karburator. Kiat ini bisa sekaligus membersihkan lubang di karbu. Menurut Hasyim lagi, cara ini dilakukan saat mesin motor dihidupkan pada putaran mesin tinggi. Maksudnya agar kotoran langsung terisap ke ruang bakar dan terbuang tanpa harus menyemprotnya dengan angin kompresor.
“Biar gampang lepaskan dulu filter karbu. Lalu panteng gas di rpm 8.000-9.000 lalu semprotkan cairan pembersih. Lebih bagus lagi menyemprotkan ke seluruh lubang di karburator,” jelas calon bapak ini.
Jika ingin lebih sip, cairan pembersih bisa disuntik langsung ke ruang bakar. Kiat ini dapat lebih membersihkan kepala piston dan kepala silinder. Caranya tentu dengan membuka busi lebih dulu.
Tapi, menurut Hasyim, teknik ini kudu didahului memanaskan mesin. Maksudnya panas membuat reaksi kimia cairan pembersih cepat melumerkan kerak. “Biarkan cairan bekerja 10 sampai 15 menit, lalu hidupkan mesin. Memang menghidupkan mesin jadi agak sulit. Tapi, jika sudah hidup langsung saja digas-gas supaya kotoran terbuang lewat knalpot,” urai mekanik tinggal di Beji, Depok itu.
LISTRIK DAN API SEMPURNA
Komponen lain yang menentukan sempurnanya pembakaran adalah elektronik. Mulai dari sepul, pick-up coil alias pulser, kiprok, aki, CDI, koil dan busi. Termasuk juga kabel, soket dan kepala busi pun penting sebagai penghantar listrik.Arus listrik yang bagus harus disokong penghantar yang baik pula. Makanya, sambungan antar kabel (soket) dan kedudukan ground alias massa jadi penting. “Biar setrumnya bagus, konektor antar kabel dan massa juga harus bersih,” jelas Hasyim.
Bersihinnya eces kok. Cukup kerik permukaan konektor yang berhubungan atau gosok pakai ampelas. Bisa juga pakai cairan kimia pelumas yang banyak dijual di toko onderdil dengan harga di Rp 30.000-an. Misalnya, MTR, WD40 dan AHRS Multicare.Jika pakai cairan kimia perawatan, cukup menyemprotnya ke seluruh konektor. Jangan lupa ke titik massa atau ground. “Cairan yang bagus bukan hanya menghilangkan karat, tapi juga memperlancar arus listrik. Bahkan bisa juga melapisi agar tidak terjadi hubungan singkat atau korslet,” terang Hasyim.
Kelar itu, bersihkan juga busi. Terutama bagian kepalanya, yaitu elektrodanya agar percikan api lebih besar dan biru. Jangan lupa setel kembali gap atau jarak antar elektroda busi. Rata-rata tiap pabrikan motor menganjurkan 0,7 mm. Biar api busi besar dan biru.


Sumber : Tabloid_Motor_Plus